Upacara pertama di Jepang semestinya waktu berusia 49 hari, kunjungan ke Kuil Shinto yang bernama omiyamairi. Karena kami kristen, jadi kami tidak melaksanakan seperti orang Jepang lainnya. Cukup Kakek-nenek pergi ke kuil untuk mendoakan cucunya. Apalagi kedua anak kami prematur sehingga meskipun sudah berumur 49 bulan, masih belum sekuat bayi lainnya.

Acara kedua yang kami jalani adalah upacara Okuizome, makan pertama yang diadakan pada waktu bayi berusia 100 hari. Sebetulnya bayi belum boleh makan, jadi hanya perumpamaannya saja. Saat itu disediakan berbagai makanan yang mewah, maksudnya supaya kelak tidak kekurangan makan.

Okuizome untuk Riku

Sayang aku belum menemukan foto-foto waktu Kai okuizome, tapi ada videoclipnya di Youtube.

About these ads

About Imelda

Seorang tanpa suku bangsa yang tetap mencintai Indonesia meskipun tinggal di Tokyo. Dosen bahasa Indonesia, penerjemah, editor/proof reader, narator.

2 responses »

  1. nique says:

    itu mah ngasi makanan enak ke emaknya hihihih
    coba waktu itu saya diundang mba, kan saya kebagian makanan enaknya :D

  2. yustha tt says:

    lucu ya Kk, ada upacara makan pertama…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s